Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 23 September 2009

Catatan Sebuah Kepulangan : Jam-Jam yang Melelahkan

spionApakah Anda setuju bahwa menunggu adalah pekerjaan yang menyebalkan? Jika ya, maka tampaknya Anda sepikiran dengan saya.

Tak hanya menyebalkan, menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan sekaligus melelahkan. Apalagi untuk menunggu sesuatu yang tak pasti,  seperti menunggu kemacetan.

Ya. Beginilah yang saya alami bersama keluarga ketika kami terjebak kemacetan di Cikampek akhir minggu kemarin. Lebih dari enam jam lalu lintas nyaris tak bergerak. Baca Lanjutannya…

Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 14 September 2009

Catatan Jelang Lebaran : Antara Mall dan Masjid

diskon lebaranMinggu kemarin seorang teman mengupdate status facebooknya. Secara satir teman saya itu berkata, “Harusnya masjid yang penuh 10 hari terakhir, tapi kok malah mall yang banjir orang. Dunia-dunia emang fana adanya??!!!”

Saya hanya tersenyum dan menganggukan kepala ketika membaca tulisan teman tadi. Baca Lanjutannya…

Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 16 Agustus 2009

Catatan Kelam Sang Bintang Goyang

lintangSiapa tak kenal Lintang?

Pesonanya mampu membius ribuan laki-laki yang dimabuk alunan suaranya. Bintang panggung yang masih duduk kelas dua SMA itu mampu meraup banyak perhatian. Bukan dengan goyangan seronoknya. Juga tidak dengan senyum dan kerling mata menggoda. Magnet itu muncul lantaran gayanya yang lebih sopan dan goyang yang sewajarnya. Aura bernama keluguan dan kemudaan itulah yang menjadiakan dia begitu bersinar di tengah aroma mesum penyanyi lainnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 17 Mei 2009

Catatan Lepas Sebuah Project : Militansi atau Spritualitas Baru?

09052009015Jika anda melihat foto di samping ini dan Anda menebak bahwa orang ini sedang terlelap di atas kasur di kamarnya, pasti Anda salah besar!

Dia tertidur nyenyak kecapekan di atas matras yang digelar di ruang project kantor sebuah bank swasta terkemuka tempat saya dan rekan-rekan bekerja. Poject kali ini memang seperti maraton yang begitu melelahkan hingga membuat tim project harus pintar-pintar mengatur waktu kerja dan istirahat selama aktivitas berlangsung. Baca Lanjutannya…

Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 18 April 2009

Catatan Tangan-Tangan Tengadah di Tengah Jalan

peminta-sumbangan11Setiap hari ketika saya berangkat ke kantor, saya senantiasa melewati dua pemberhentian kecil di daerah Rawa Buntu, Serpong – Tangerang. Pemberhentian ini bukan semacam terminal atau halte, tapi adalah perhentian karena ada sekelompok orang yang mengacung-acungkan jaring dan kardus di tengah jalan, mengharap sedekah yang dilemparkan dari pemilik kendaraan yang lewat. Dari pengeras suara terdengar himbauan untuk menyumbang pembangunan rumah ibadah di dekat situ.

Tentu saja, hal ini memaksa kendaraan berjalan lambat-lambat dan menyebabkan jalanan sedikit macet. Tapi bukan karena kemacetan yang ditimbulkan yang membuat hati saya sedikit kesal. Lebih dari itu, saya sangat menyayangkan sikap mereka yang cuma bisa menengadahkan tangan meminta kerelaan hati orang lain. Bagi saya, kegiatan mereka lebih berkesan mengemis daripada meminta sumbangan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 4 April 2009

Catatan Hujan Sepanjang Dago: Cerita yang Menginspirasi

100_1892Lebih dari lima belas tahun lalu, saat saya masih berseragam putih abu-abu, saya sempat membaca sebuah cerita pendek di Majalah Remaja Aneka Ria. Cerita itu memang bukanlah cerita terbaik di majalah yang punya semboyan sebagai Majalah Cerita Remaja. Tapi entah kenapa, cerita itu tak cuma menyita sebagian perhatian saya. Lebih dari itu, cerpen tersebut mampu memberikan inspirasi untuk sebuah jalan di masa depan.

Cerpen itu berjudul “Hujan Sepanjang Dago”.

Mungkin tak ada yang istimewa dari cerita tersebut. Bahkan penulisnya dan tahun edisi majalahnya pun saya sudah lupa. Ketika saya coba bongkar-bongkar ke tumpukan majalah-majalah lama di rumah saya di kampung, saya tak lagi menemukannya.  Ya, barangkali ibu saya sudah menjualnya ke tukang loak keliling. Baca Lanjutannya…

Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 29 Maret 2009

Catatan Duka Situ Gintung: Bencana yang Jadi Komoditas Politik

situ-gintung2Pagi (27/3) masih terlalu dini dan hujan memang belum usai. Sebagian orang barangkali masih dimabuk lelap sembari menyembunyikan dalam-dalam tubuhnya di balik selimut hangat. Siapa sangka, subuh yang belum pecah oleh suara adzan itu, mengawali hari penuh duka yang tak pernah terlupakan oleh sebagian orang.

Mendadak gunungan air setinggi delapan meter menggulung perkampungan. Tanggul Situ Gintung jebol! Dan luluh lantaklah rumah warga seluas 10 hektar. Hanya sekejap bencana itu datang menelan puluhan nyawa manusia dan ratusan orang hilang. Ya, siapa sangka danau elok tempat melepas penat dari hirukpikuk ibukota, telah berubah menjadi sumber petaka luar biasa. Baca Lanjutannya…

Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 22 Maret 2009

Selamat Datang OGB – Orang Gila Baru!

spaduk-calegDiprediksi akan muncul orang-orang gila baru akibat kalah dalam pemilihan umum legislatif April mendatang. Inilah fenomena menyedihkan yang bakal terjadi beberapa bulan mendatang.

Sebuah tulisan editorial di Media Indonesia tanggal 18 Maret 2009 menyebutkan bahwa jutaan orang caleg akan memperebutkan hanya sekitar puluhan ribu kursi legislatif. Sebanyak 11.215 orang memperebutkan 560 kursi DPR dan 1.109 orang bersaing mendapatkan 132 kursi Dewan Perwakilan Daerah. Selain itu, sekitar 112 ribu orang bertarung untuk mendapat 1.998 kursi di DPRD provinsi dan 1,5 juta orang bersaing merebut 15.750 kursi DPRD kabupaten/kota. Wow, sebuah jumlah yang luar biasa banyaknya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 22 Februari 2009

Guus Hiddink Bakal Latih Timnas Indonesia?

guus-hiddink1Belum lepas kontroversi PSSI yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, kini muncul kontroversi baru berkaitan dengan cabang olahraga paling populer di negeri ini. Indonesia berencana untuk menarik Guus Hiddink sebagai pelatih timnas!

Berita ini muncul setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan Dubes RI untuk Federasi Rusia Hamid Awaludin agar menjajaki merekrut Pelatih Guus Hiddink sebagai pelatih tim nasional di Piala Dunia 2022. Baca Lanjutannya…

Oleh: Budhi Kusuma Wardhana | 17 Februari 2009

Saat PKS Digoyang Jaipongan

jaipong1Tampaknya awal tahun ini adalah tahun kontroversi bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Alih-alih ingin menarik massa dengan menggalang solidaratis kemanusiaan untuk Palestina,justru sang Presiden, Tifatul Sembiring, dijadikan tersangka dengan tuduhan kampanye terselubung.

Belum lagi kasus salah satu kadernya yang tertangkap basah di salah satu panti pijat di Jambi. Tentu ini akan mencoreng wajah partai yang terkenal bersih, agamis, dan anti suap dan korupsi.

Tak hanya itu, Tifatul juga menciptakan kontroversi ketika dia dengan lantang mempertanyakan kompetensi calon-calon legislatif dari kalangan Artis. “Kalau yang masuk di partai itu karena uang atau artis sinetron, mau jadi apa? Partai sinetron ?” ujarnya di hadapan para pengusaha di sebuah Hotel di Jakarta Selatan. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori